Translate

Sabtu, 18 Mei 2013

Mengapa induk kenari bertelur di tempat pakan?

K
enari merupakan burung yang cukup popular bagi semua kicaumania di Indonesia. Burung kecil dengan beragam varietas ini digemari selama bertahun-tahun, bahkan tidak sedikit pula yang mencoba menangkarkannya, baik untuk tujuan pribadi maupun sebagai bisnis. Nah, beberapa penangkar pemula sering kaget, lalu mengeluh, mengapa induk betina kenari tidak bertelur dalam tempat bersarang yang telah disediakan, melainkan di dalam wadah pakannya. Kok bisa begitu ya? Mau tahu jawabannya?
Karena belum pernah mengalami, sebagian penangkar pemula pun tidak tahu bagaimana cara mengatasi kejadian ini. Ada yang mencoba memindahkan telur ke dalam sarangnya, atau bahkan membiarkannya bertelur di tempatpakan.
Jika hal tersebut dilakukan secara hati-hari, maka yang terjadi berikutnya adalah indukan tak akan mau mengerami telur-telurnya, atau bahkan membuang telur-telurnya ke dasar kandang / sangkar. Karena itu, bagi yang belum tahu,Dengan mengetahui penyebabnya, Anda bisa memprediksi kekeliruan (sengaja / tidak sengaja), untuk kemudian mengambil tindakan sesuai dengan faktor pemicunya. Sedikitnya ada empat penyebab induk kenari bertelur di wadah pakan, yaitu :
  • Tempat bersarang yang tidak nyaman. Misalnya terlalu dekat dengan bagian atas sangkar, atau bisa juga terlalu mepet ke dinding sangkar.
  • Tempat bersarang menggunakan bahan penyusun sarang yang tidak sesuai.
  • Bahan sarang terkontaminasi oleh bau-bauan, misalnya kamper, atau zat lain yang digunakan untuk mengawetkan bahan sarang tersebut.
  • Tempat bersarang terlalu banyak kutu dan tungau.
Jika Anda pernah memiliki induk kenari yang bertelur dalam wadah pakan, maka kemungkinan besar disebabkan salah satu dari empat faktor pemicu di atas. Induk betina memilih wadah pakan, karena itulah satu-satunya tempat di luar sarang yang memungkinkan burung bertelur.
Ketika Anda membiarkan induk betina bertelur di wadah pakan, dengan harapan bisa mengerami telurnya sampai menetas, sebenarnya ini tindakan spekulasi yang menghabiskan waktu. Umumnya, telur akan rusak, pecah, atau retak, karena berdesak-desakan di wadah yang sempit. Induk pun mengalami kesulitan saat harus mengatur posisi untuk menghangatkan seluruh telurnya secara merata. Akibatnya, tak sedikit telur yang pecah terinjak kaki indukan.
Bagaimana solusinya? 
Untuk mengatasi permasalahan tersebut, sehingga indukan tetap mau mengerami telur-telurnya di tempat yang sudah disediakan (tempat bersarang), perlu dilakukan upaya kompromi.Jika tidak, maka gagallah harapan Anda untuk mendapatkan anakan. Tindakan ini bisa diterapkan untuk semua faktor pemicu, kecuali akibat tempat sarang yang banyak kutu atau tungau.
Dalam kompromi ini, biarkan induk bertelur dalam wadah pakan, sampai telur terakhir dikeluarkan. Induk kenari rata-rata bertelur sebanyak 3-4 butir.
Setelah telur terakhir keluar, segera pindahkan tempat pakan dan telur-telurnya ke k edalam tempat bersarang yang sudah tersedia. Jika induk betina terlihat sudah mau mengerami telur-telurnya, proses selanjutnya adalah memindahkan telur dari wadah pakan ke sarangnya. Berikutnya, indukan sudah mau mengerami telur-telur yang ada di dalam tempat bersarang tersebut.
Untuk menghindari indukan kenari bertelur kembali dalam wadah pakan, sebaiknya menggunakantempat pakan berukuran kecil. Media yang digunakan sebagai tempat bersarangnya pun harus dipastikan nyaman dengan menggunakan bahan yang sesuai.
Saat ini banyak tempat bersarang dan bahan sarang yang lembut dan berkualitas bagus. Dengan memilih media dan bahan sarang yang tepat, indukan kenari tidak akan lagi bertelur dalam tempat pakan maupun di dasar sangkar.
Solusi khusus sarang banyak kutu / tungau
Khusus untuk sarang kenari yang banyak kutu / tungau, biasanya sudah ada 1-2 telur di tempat bersarang. Karena merasa gatal dan tidak nyaman, induk betina keluar dari sarang dan meneruskan proses peneluran selanjutnya di wadah pakan, atau terkadang di dasar sangkar.
Selain itu, induk betina yang sarangnya banyak tungau / kutu juga terlihat sering mematuk-matuk bulunya akibat gatal, Solusi khusus faktor pemicu yang satu ini adalah mengambil tempat bersarang dan membongkar bahan sarang yang ada di dalamnya.
Tempat bersarang dicuci dan dijemur hingga kering. Kemudian masukkan bahan sarang yang baru. Untuk mencegah tungau dan kutu kembali masuk ke sarang, maka taburkan serbuk FreshAves di bawah bahan sarang.
Kemudian ambil 5 gram serbuk FreshAves, larutkan dalam 1 liter air, dan masukkan ke dalam sprayer. Semprot tubuh induk yang sedang mengeram di wadah pakan atau di dasar sangkar. Jangan takut jika larutan ini terkena mata, karena FreshAves sudah teruji aman bagi kesehatan burung dan manusia yang menyemprotnya.
Setelah induk tidak terlihat gatal-gatal lagi, maka lakukan cara yang sama seperti solusi sebelumnya. Bedanya, ketika wadah pakan beserta telur dipindahkan ke tempat bersarang yang baru, maka telur awal yang ada di sarang digabungkan dulu dengan telur-telur di dalam wadah pakan. Jika induk mau mengerami telur-telurnya, barulah wadah pakan disingkirkan sehingga semua telur berada di atas bahan sarang.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar